Showing posts with label Cerita Pendek. Show all posts
Showing posts with label Cerita Pendek. Show all posts

Legenda Batu Menangis | Kumpulan Cerita Rakyat Indonesia

November 29, 2017 Add Comment
kumpulan cerita rakyat pendek, cerita rakyat yang singkat dan menarik,Kumpulan Cerita Rakyat Indonesia, Legenda Batu Menangis | Kumpulan Cerita Rakyat Indonesia

Hai, Bertemu kembali dengan saya di web ini, untuk kali ini saya akan menceritakan tentang Legenda Batu Menangis, cerita ini mengisahkan seorang anak dan orangtuanya, akan tetapi si anak durhaka terhadap orang tuanya, untuk lebih jelasnya baca saja cerita di bawah ini.


Dahulu kala hiduplah seorang janda yang sudah tua, Mak Dasah namanya. Ia bertempat tinggal di sebuah gubug yang sudah reyot di pinggiran hutan. Setiap hari Mak Dasah mengaup rejeki di ladang sempit milik mendiang suaminya dahulu. Sepulang dari berladang, ia mencari kayu bakar di hutan. Setelah mendapatkan kayu bakar tersebut ia menjualnya kepada penduduk desa yang letaknya jauh dari tempat tinggalnya.

Tak sendiri Mak Dasah dikaruniai seorang putri yang sangat cantik, Jelita namanya. Akan tetapi sifat Jelita sangat pemalas. Hari demi hari Jelita hanya melakukan kegiatan berdandan dan bercermin. Ia begitu mengagumi kecantikannya sendiri. Meski ibunya yaitu Mak Dasah selalu mengigatkan Jelita untuk merubah  perilakunya tersebut, Jelita enggan menuruti perkataan dan nasehat ibunya. Ia tetap malas dan tidak mau membantu pekerjaan ibunya tersebut.

Selain mempunyai sifat malas, Jelita juga seseorang yang sangat manja. Apapun yang diinginkannya harus dituruti. Jikalau keinginannya tidak dituruti ibunya, Jelita akan marah-marah. Meski memiliki sifat yang sangat buruk, Mak Dasah tetap menyayangi putri semata wayangnya itu. Walaupun ibunya Jelita sudah tidak muda lagi dan sangat kerepotan akan pekerjaannya, Mak Dasah tetap akan menuruti keinginan Jelita. Akan tetapi, jelita terus meminta dan meminta kembali semua keinginnanya agar terpenuhi tanpa memandang keadaan ibunya tersebut.

Pada suatu ketika Mak Dasah mencoba mengajak Jelita untuk ke Pasar. Tetapi Jelita mau diajak ke Pasar asal dipenuhinya syarat, "Aku ingin Ibu berjalan berjalan di belakangku, karena aku tidak mau berjalan sebelahan dengan Ibu." Mak Dasah dengan berat hati terpaksa menuruti permintaan anak gadisnya itu.

Pagi itu Jelita berangkat ke Pasar dengan pakaian terbarunya dan paling bagus yang . Ia juga berdandan sangat cantik sekali, seperti seseorang yang hendak menghadiri sebuah pesta. Sesampainya di pasar ia lalu berjalan di depan ibunya yang mengenakan pakaian lusuh. Ibu dan anak tersebut berbeda jauh penampilannya, hingga jika tidak mengenal mereka maka tidak akan mengetahui jika sesungguhnya mereka adalah ibu dan anak.

Datanglah seorang pemuda tampan yang menghampiri Jelita, "Hai gadis cantik, bolehkah aku bertanya, apakah wanita dibelakangmu dengan pakaian klusuh itu adalah ibumu?"

Jelita sejenak melihat wajah tampoan dari pemuda tersebut. Melihat paras dari pemuda itu, hati Jelita merasa malu jika mengakui Mak Dasah sebagai ibunya. "Tidak!" katanya. "Ia bukanlah ibuku, melainkan ia adalah pembantuku."

Betapa merana dan sedinya Mak Dasah mendengar jawaban dari anaknya tersebut. Mak Dasah pun menasehati anak yang tidak tahu diri itu agar tidak diulanginya perkataannya tersebut. "Wahai Jelita anakkku, aku ini ibumu, yang melahirkanmu. Sungguh, sangat tidak tepuji dan  durhaka kelakuanmu jika dirimu menggap ibumu ini sebagai pembantumu!! Sadarlah engkau, wahai Jelita."

Namun, tidak jera yang didapatnya, melainkan Jelita menjadi - jadi, setiap orang yang bertanya kepada Jelita seiapa orang yang dibelakangnya dengan pakaian lusuh itu, Jelita senantiasa menjawab jika dia adalah pembantunya.

Hati dan perasaaan Mak Dasah sangat teriris dan sangat hancur melihat kelakuan anaknya tersebut. Ketiak ia tidak lagi dapat membentuk rasa sakit hatinya tersebut, Mak Dasahpun berdoa kepada Tuhan, "Ya Tuhan, hamba tidak kuat menahan penghinaan anak harnba ini!! benar-benar telah menjadi batu hati anak hamba ini, karena itu, Ya Tuhan, hukumlah anak hamba yang durhaka ini menjadi sebuah batu!!"

Selang beberapa saaat, doa Mak Dasah pun dikabulkan.

Tak lama kemudian kedua kaki Jelita perlahan-lahan menjadi batu. Betapa kesakitan dan ketakutan Jelita saaat kakinya tersebut berubah menjadi sebuah batu. la kian ketakutan dan menjerit mendapati pinggangnya yang bagus itu menjadi batu juga. Sadarlah ia, bahwa semua itu terjadi lantaran durhakanya dia terhadap ibunya tersebut. Maka dia pun berteriak minta pengampunan, "Mak, tolong ampuni aku! Ampuni aku! Ampuni kedurhakaan anakmu ini, Mak, tolong mak!"

Akan tetapi, semua itu sudah terlambat, Mak Dasah pun hanya bisa terdiam termenung. Mak Dasah sama sekali tidak mencoba memaafkan anaknya yang telah durhaka terhadapnya tersebut. Ia merasa telah cukup dengan penderitaaannya selama ini, dan berubahlah Jelita menjadi sebuah batu.

Batu tersebut terus menerus mengeluarkan air, seperti air mata Jelita. Orang sekitar yang mengetahui batu tersebut dan memanggil batu tersebut dengan sebutan Batu Menangis

Kesimpulannya, jangan pernahlah kamu durhaka kepada orang tuamu, karena jika kalian durhaka kepada orang tua kalian maka akan berbuah kemurkaan Tuhan. Jika kalian ingin Kumpulan Cerita Rakyat Indonesia yang lainnya, silahkan jelajahi web saya, terimakasih.

Dongeng Pohon Pengabul Permohonan

November 28, 2017 Add Comment
Dongeng Pohon Pengabul Permohonan 

Dongeng Pohon Pengabul Permohonan  - Di sebuah tempat gurun sahara yang sangat panas, terdapat seorang pengembara yang sangat kelelahan dan terhuyung-huyung, dikarenakan kehausan dan kelaparan.

Setelah berjalan beberapa lama, ia menemukan sebuah tempat yang dibuat untuk beristirahat, ia pun mendatangani tempat itu, ia melihatn pohon yang sangat rindang. Ia sangat gembira sekali, dan dia berkata " Andai saja aku mempunyai air untuk diminum".

Dan tiba-tiba didepan matanya terdapat sebuah kendi yang berisi air dfingin, pengembara pun sangat gembira bukan main, ia pun langsung meminum air didalam kendi tersebut.

Setelah si pengembara merasa tidak kehausan lagi, si pengendara pun meminta lagi, " Andai saja aku mempunyai makanan untuk dimakan".

Setelah pengembara berucap, puluhan piring pun di depan matanya dengan berbagai makanan, si pengembara pun merasa senang dan melahapnya dengan sangat cepat. Si pengembara pun berfikir, bagaimana semua itu bisa terjadi.

Setelah lama memikirkan apa yang baru saja terjadi, si pengembara berfikir bahwa pohon itu adalah Kalpa Vriksha. Itu adalah pohon ajaib. Siapapun yang memohon di hadapan pohon tersebut, semua keinginannya pun terkabul.

Pengembara pun tidak menyia-nyiakan itu, ia lalu memohon agar mendapatkan kasur yang empuk untuk dia tidur. Lalu dengan sekejap sebuah ranjang muncul di hadapannya. Pengembara membaringkan badannya yang letih dan beristirahat dengan nikmat.

Pengembara merasa bahwa kakinya terasa sangat pegal sekali. Lalu, ia memohon agar ada seseorang yang mau memijit kakinya. Lalu dengan sekejap muncullah wanita muda yang memijit kaki si pengembara tersebut.

Karena hal tersebut, pengembara tertidur pulas sekali, sampai tidurnya memakan waktu yang lama sekali. Saaty si pengembara bangun, ternyata wanita yang memijit kakinya tersebut masih ada di hadapannya dan sedang memijit kakinya..

"Bagaimana ini semua dapat terjadi dengan hanya memohon?, apakah aku seharusnya tidak usah bekerja? , dan hanya memohon saja, ataukah ini hanya tipuan semata" pikirnya.

Selesai si pengembara berfikir itu, wanita yang ada dihadapannya tiba - tiba berubah menjadi setan, dan setan tersebut tertawa terbahak - bahak.

Lalu dengan kagetnya pengembarapun berkata, " apakah kau akan memakanku?".

Setan tersebut langsung membuka mulutnya lebar-lebar, dan si pengembarapun melompat dari kasurnya, dan berlari sekencang - kencangnya

Setelah ia berlali sekuat tenaga, si pengembara pun melihat ke belakang, dan ternyata si setan tidak mengejarnya kembali, si pengembara pun bernafas lega.

Pesan yang ingin disampaikan dalam cerita pendek ini adalah lebih baik bekerja keras dengan usaha sendiri, daripatda hanya memohon dan berharap, maka akan mendapatkan sesuatu yang salah.

Dongeng Tentang Candi Prambanan

November 27, 2017 1 Comment



Disini aku akan menceritakan tentang cerita rakyat dari Yogyakarta, tentang Candi Prambanan, yang dahulu kala terdapat seorang putri yang ingin dipersunting oleh raja- raja terdahulu. Penasaran?, yaps langsung saja baca dibawah ini.

Pada zaman dahulu kala hidup sebuah kerajaan di Pengging. Dan sang raja pun dianugerahi seorang putera bernama Joko Bandung. Joko Bandung ialah pemuda yang sangat berwibawa dan perkasa seperti ayahnya, ia juga di beri atau dianugerahi ilmu kesaktian yang sangat tinggi. dan konon katanya si Joko Bandung memiliki kesaktian yang melampui ayahnya, dikarenakan ia sering berguru kepada petapa sakti.

Dan di sebuah tempat yang bernama kerajaan Prambanan, terdapat kerajaan yang di kepalai oleh Raja Boko. sang raja pun memiliki seorang putri yang berwajah cantik rupawan yang bernama Roro jonggrang. Raja Boko memiliki perawakan tinggi besar, maka dari itu orang-orang sering menyebutnya keturunan raksasa.

Di antara Kerajaan Pengging dan Kerajaan Prambanan bersilih dan memulai sebuah peperangan. Pada awalnya Raja Pengging kalah, banyak prajurit yang gugur di medan pertempuran.

Mendengarkan berita tentang kekalahan ayahnya , Joko Bandung bertekad menyusul ayahnya ke medan pertempuran. di perjalanan Joko Bandung tidak sengaja bertemu dengan raksasa, dan Joko Bandung pun bertarung dengan raksasa tersebut yang bernama Bandawasa. Setelah pertarungan sengit terjadi, ternyata Bandawasa kalah, dan Bandawasa berinisiatif memasuki tubuh Joko Bandung menggunakan roh dan minta namanya digabung dengan pemuda itu sehingga putra Raja Pengging memiliki nama baru yaitu Joko Bandung Bandawasa.

Joko Bandung maju ke pertempuran, selama berhari - hari Joko Bandung tetap bertarung sekuat tenaga, sampai dimana ia mengalahkan Raja Boko.

Saat Joko Bandung memasuki istana kaputren setelah mengalahkan Kerajaan Pengging ia melihat Roro Jonggrang yang cantik jelita, Joko Bandung langsung jatuh cinta dan memiliki niatan untuk menjadikan Roro Jonggrang sebagai istrinya, Akan tetapi Roro Jonggrang menolak tawaran Joko Bandung dikarenakan Roro Jonggrang tahu bahwa yang membunuh ayahnya adalah si pemuda itu.

Namun untuk menolak secara langsung ke Joko Bandung Roro Jonggrang tidak berani, dan Roro Jonggrang pun memiliki ide untuk memberi syarat jika ingin memperistrinya, syaratnya yaitu berupa membuatkan seribu candi dan dua buah sumur yang sangat dalam dalam waktu satu malam.

Roro Jonggrang pun berfikiran jika Joko Bandung tidak akan sanggup dengan permintaannya. Akan tetapi diluar dugaan Joko Bandung menyanggupinya. Joko Bandung Bandawasa yang sakti mandraguna itu minta bantuan makhluk halus atau jin. Mereka bekerja keras saat matahari tenggelam, satu - persatu candi yang diminta Roro Jonggrang selesai dibuat.

Melihat hal tersebut, Roro Jonggrang merasa harus melakukan sesuatu. Pada tengah malam saat para jin sedang mengerjakan candi permintaan Roro Jonggrang yang tinggal satu buah candi, Roro Jonggrang membangunkan gadis-gadis desa Prambanan agar menumbuk padi sambil memukul-mukulkan alu pada lesungse sampai terdengar suara riuh. Ayam jantan pun berkokok bersahut-sahutan. Mendengarkan suara tersebut, para makhluk halus pun terbirit - birit untuk pergi, karena disangkanya hari sudah pagi.

Syarat untuk mempersunting Roro Jonggrang ternyata tidak terpenuhi. Akan tetapi Joko Bandung mengetahui tipu muslihat yang dilakukan Roro Jonggrang. Saat itulah Bandung Bandawasa mendekati Jonggrang dan berkata,

" Jonggrang... kau menipuku dengan alasan-alasanmu, kalau tidak ingin ku persunting bilang saja, kau ini ternyata memiliki kepala sekeras batu!!".

Seketika setelah Joko Bandung Bandawasa memarahi Roro, Roro Jonggrang pun berubah menjadi arca batu yang sangat besar. Demikian juga para dara yang ada di Prambanan menerima kutukan dari Bandung Bandawasa, tidak akan bisa kawin sebelum mencapai usia tua.

Meskipun candi yang dibuat belum menyentuh angka seibu tetap candi tersebuit dinamai candi sewu yang berdekatan dengan candi Roro Jonggrang. Maka tidak heran jika banyak yang menyabut candi sewu juga candi Roro Jonggrang.

Lihatlah Sesuatu Dari Kebenarannya

November 24, 2017 1 Comment



Seorang laki-laki berusia 20 tahun dan ayahnya sedang duduk di bus pergi bersama keluar kota untuk bertemu dengan kakek dan neneknya, dan si anak melihat ke jendela sambil berteriak.

“Ayah, Lihat ada bangunan tinggi sekali dan banyak kendaraan diluar sana!”

Ayahnya tersenyum, namun seseorang yang berada disampingnya memandang kasian terhadap perilaku yang aneh dan kekanak-kanakan dari laki-laki yang berusia 20 tahun tersebut . Dengan senyuman penuh makna laki-laki tersebut berteriak kembali sambil menunjuk langit.

“Ayah, awan itu terlihat berlari mengejar kita!”

Seseorang ini dengan tatapan kasiannya tidak bisa menahannya kembali, dia pun mulai bertanya kepada si ayah.

“Pak, kenapa bapak tidak membawa anak bapak ke sikiater atau rumah sakit jiwa saja?” Orang tua itu tersenyum dan berkata…

“Hehe, maaf mas kalau mengganggu, saya sudah membawa anak saya ke rumah sakit kok. Anak saya mengalami kebutaan sejak lahir, dia barusaha mendapatkan donor mata dan bisa melihat hari ini”.

Setiap orang didunia ini memili sepenggal cerita pendek dan kisahnya masing-masing. Maka janganlah kita menilai seseorang berdasarkan asumsi yang diambil ketika kita melihat orang tersebut.

Pertemuan dan Kehilangan

November 23, 2017 2 Comments



Aku ingin membaca cerita pendek tentang kejadian yang menimpaku dulu. Aku waktu itu sedang berada dirumah sedang mendengarkan rintikan hujan yang datang silih berganti karena waktu menandakan berakhirnya bulan Desember.Rumahku berada di daerah terpencil, butuh waktu beberapa jham dari kota untuk mecapai rumahku.

Pada hari itu daun - daun berjatuhan seperti air mataku yang menetes karena kejadian yang sudah kualami. Langit memerah seperti memancarkan darah, awan menghitam seperti sedang merasakan kesakitan.

Kejadian itu terjadi sekitar 2 bulan yang lalu. Tidak banyak dari keluargaku yang tahu menahu tentang apa yang telah terjadi, karena cuma aku yang tersisa dari keluargaku. Disini dirumah aku sedang ditemani oleh satu-satunya sepupuku JOSEPH. "Elo masih sedih ktentang kejadian itu Ri?",kata Joseph sambil menepuk pundakku.Akupun berbalik sambil senyum tipis "Udah enggak usah sok peduli".

Sejak kejadian yang meimpaku 2 bulan yang lalu sifat dan kepribadianku berubah total. Kejadian itu dimulai malam hari saat kepulanganku dari kuliah, aku melihat sesosok perempuan cantik yang memiliki rambut terurai dan bersinar karena diterangi lampu jalanan yang menyala.Tanpa basa-basi aku mendatanginya dikarenakan rintikan hujan silih berganti turun dan semakin deras.

"Hai sendirian? "

"Iya, nunggu ojek tapi enggak dateng-dateng", saut wanita tersebut dengan senyum tipisnya.

"Maaf kalau kurang sopan, tapi ini aja udah jam 9 malam, ujan lagi, kalau enggak keberatan boleh kok mbaknya bonceng saya, He..He..", dengan wajah polosku aku menawarinya tumpangan.

"Hmmmm.... enggak macam-macam kan?". "Enggak kok".

Malam itu aku dipenuhi oleh pikiran-pikiran yang membuatku sangat bahagia, bagaimana tidak, maam,hujan,cewek, semuah itu seperti hanya terjadi di komik dan cerita - cerita saja. Dan saat perjalanan pulang kami ditemani rembulan bulan yang bersinar terang dan rintikan hujan yang lirih seperti mengantarkan kita ke suasana romantis.

Sesampainya ditempat yang dituju diapun turun. Dengan wajah yang sedikit basah dan tubuh yang seperti kedinginan dia berterima kasih ,"Makasih ya "."Iya, gapaa satu jalan juga kok ternyata hehehe". Akupun seperti mendengar suara-suara aneh yang menyuruhku ("Sepertinya tak apa-apa jika aku berpacaran dengan dia"). " Oh ya kalau boleh tau nama mbaknya siapa ya?, Saya Richard.". dengan tangan yang mungil dan sedikit basah dia menjulurkan tangannya, "Iya salam kenal aku Ilia". Dengan cepat aku juga menerima tangannya. Disitulah awal dari kebahagiaan dan berakhirnya kehidupan normalku.

Tidak seperti umumnya, aku mendekati dia seperti orang-orang PDKT seperti umumnya, makan, nonton, dan kegiatan lainnya yang membuat kedekatanku dengan dia semakin dalam. Tidak sesampainya 2 minggu aku dan dia resmi jadian. "Ah Bahagia sekali diriku ini kuliah di univ ternama dan mempunyai pacar yang sempurna , haaah". Beberapa waktu berlalu dengan cepat tidak terasa sudah mencapai 1 bulan, akan tetapi aku merasakan sesuatu yang janggal terhadap Ilia.

Ilia yang biasanya pendiam menjadi sedikit cerewet dan bawel.Ya mungkin saat itu aku berfikir tidak akan terjadi apa-apa antara hubungan kami, sampai saat dimana aku merasakan sesuatu yang biasa disebut -KEBOSANAN DALAM HUBUNGAN- memang benar aku sudah sedikit mulai bosan dengan sifatnya yang tiba-tiba berubah dengan drastis.

Di dalam fikiranku pun aku berencana putus dengan dia, saat aku sudah menunjukan sifat untuk mengakiri hubunganku dengan dia, diapun berubah total. "Hai kamu sudah tidur?"."Hai dimana kamu?"."Kamu kok enggak jawab?"."Apa yang sedang kamu lakukan"."Apa kamu bosan denganku?". Itu adalah pesan suara dan chat yang kudapatkan dari Ilia setiap hari, sampai membuat handphoneku bergetar-getar dengan sangat lama.

Tidak cuma itu Iliapun sering datang ketempatku, akan tetapi saat itu aku juga mencoba kerja paruh waktu, aku diberitahu keluargu bahwa pacarku tadi datang dengan menyerahkan sebuah surat. - KAMU PERNAH LIAT DARAH? - cuma itu tulisan didalam kertas yang berwarna merah pekat seperti darah.

Saat itupun aku mulai berfikir untuk mengakhiri hubunganku dengan dia. Sesampainya aku ditempatnya " Ilia aku mau ngomong sesuatu denganmu",dengan wajah sedikit lesu Ilia berkata, " Ada apa sayang? kamu mau makan? mandi? atau mau sesuatu dari aku?". Akudengan nada lirih dan sedikit berkedip sambil menatap wajahnya, "Aku mau kita putus, maaf untuk segalanya". Cuma air mata yang mengalir di pipi Ilia.

Sesampainya dirumah aku menghapus semua history dan kenanganku dengan Ilia, memang benar hubungan itu cuma 1,5 bulan, akan tetapi hubungan itu dipenuhi dengan kenangan-kenangan yang tidak terlupakan.

Pagipun menampilkan matahari yang seolah tersenyum kepadaku, aku melakukan kegiatanku seperti biasanya, Kuliah dan kerja, akan tetapi dalam fikiranku dan hatiku seperti ada yang mengganjal, "Ada apa ya?", aku bertanya pada diriku. Saat sampai di depan rumah aku bertanya-tanya mengapa lampu dan gerbang tidak dimatikan dan tutup karena jam tanganku sudah menunjukan angka 21.10. "Ibuukk??? Bapaakk???", aku mencoba memanggil keluargaku dikarenakan aku memang tidak dibekali dengan kunci rumah.

Tapi seperti rumah yang dirtingalkan penghuninya, cuma kesunyian yang kulihat didalam rumahku. Aku mencoba membuka pintu dan ternyata tidak dikunci, berjalan pelan dan suara liri aku bersuara "Ibu?? Bapak??". Hanya lampu dapur yang menyala redup. dan aku disan terpaku melihat Ilia dan kedua keluargaku sedang bersama. Tetapi t=yang membedakan adalah tangan Ilia dipenuhi dengan Darah yang bercucur dan sebilah pisau dapur.

"Ilia !! ,Kenapa kau disini", aku berteriak sambil sedikit marah kepadanya karena, disamping Ilia terdapat keluargaku yang bersimpah darah dan penuh dengan luka tusuk.

" Hmmm??? Kenapa?? , aku kan pacarmu.", saut Ilia dengan nada bertanya dan senyum tipis.

"Kamu apakan keluargaku Ilia??!! Heiii  Ilia!! Jawab!!", disaat itulah aku menyadari sesuatu dengan Ilia, bahwa Ilia mempunyai kejiwaan yang sedikit tidak normal, atau mungkin jauh dari kata normal.

"Hihihi Kamu becanda?", dengan mata dan wajah yang serius Iliamenunjukku sambil menggenggam pisau yang penuh dengan darah itu, "Kalau aku enggak bisa miliki kamu, lebih baik tidak seorangpun miliki kamu juga, kamu itu untukku, buatku dan penyelamatku".

Aku saat itu dengan pikiran yang tidak tenang dan sangat frustasi langsung saja ke arah Ilia tanpa berfikir panjang, "Arrrrggggghhhh!!!", dengan sigal Ilia menghindariku dan menancapkan pisaunya ke perutku, dengan pisau tertancap di perutku akupun tumbang.

"Sayang, kamu tau kah saat pertama kali kamu menghampiriku waktu pertamakali kita bertemu. Itu adalah waktu dimana aku kehilangan segalanya, karena aku anak yatim piatu dan pendiam aku sering jadi bahan olo-olok dan bully di tempat kuliah dan kosanku. dan sebelum sesaat dimana kamu mendatangiku, aku telah diperkosa, dihajar dipermalukan  dan bahkan di fitnah, tapi saat kamu mendatangiku akupun berfikir sama, mungkin kamu juga, tapi saat kedekatan kita kamu itu berbeda!!, baik, pengertian, dan tulus, walau kamu sudah mendengar gossip tentangku kamu masih menerimaku, jadi kuputuskan jika aku hidup dan mati aku harus bersamamu ", dengan senyum dan tangisan Ilia berbica, tangannya mengambil sesuatu dari kantongnya yang ternyata adalah HP, "Halo , disini di . . . telah terjadi pembunuhan tolong segera kesini.". 

Setelah mendengar kata- kata tersebut Ilia mengambil Pisau dapur yang lain dan menancapkannya di lehernya sendiri dengan senyuman manis yang pernah dia perlihatkan padau dulu. Tidak lama kemudian akupun pingsan disamping Keluarga yang penuh dengan darah.

Saat aku terbangun akupun seperti Amnesia sementara, hanya Joseph yang menemaniku dikarenakan cuma dia sepupuku yang mengambil kuliah di kota yang sama denganku. "Joseph?? Ada apa kok aku bisa disini??". Joseph pun menceritakan kronologinya kenapa aku bisa ada di RS dari informasi yang didapatnya dari polisi.

Dengan sedikit Shock akupun mengingat semua kejadiannya.

"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrgggggggggggggggggggggggggggggghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!!!!", cuma itu yang keluar dari mulutku.

sampai dirumah hanya Joseph yang merawatku dan aku mulai meceritakan semuanya terhap Joseph dengan cara menulis surat terhadapnya, sampai dimana aku berjalan dan melihat sebuah cermin yang memantulkan wajah kesedihanku, dengan sesuatu yang telah tejadi akupun mencoba melepaskan semua kesedihanku dengan cara yang biasa dilakukan oleh orang-orang.

-BUNUH DIRI-