Showing posts with label Mysteri. Show all posts
Showing posts with label Mysteri. Show all posts

Pertemuan dan Kehilangan

November 23, 2017 2 Comments



Aku ingin membaca cerita pendek tentang kejadian yang menimpaku dulu. Aku waktu itu sedang berada dirumah sedang mendengarkan rintikan hujan yang datang silih berganti karena waktu menandakan berakhirnya bulan Desember.Rumahku berada di daerah terpencil, butuh waktu beberapa jham dari kota untuk mecapai rumahku.

Pada hari itu daun - daun berjatuhan seperti air mataku yang menetes karena kejadian yang sudah kualami. Langit memerah seperti memancarkan darah, awan menghitam seperti sedang merasakan kesakitan.

Kejadian itu terjadi sekitar 2 bulan yang lalu. Tidak banyak dari keluargaku yang tahu menahu tentang apa yang telah terjadi, karena cuma aku yang tersisa dari keluargaku. Disini dirumah aku sedang ditemani oleh satu-satunya sepupuku JOSEPH. "Elo masih sedih ktentang kejadian itu Ri?",kata Joseph sambil menepuk pundakku.Akupun berbalik sambil senyum tipis "Udah enggak usah sok peduli".

Sejak kejadian yang meimpaku 2 bulan yang lalu sifat dan kepribadianku berubah total. Kejadian itu dimulai malam hari saat kepulanganku dari kuliah, aku melihat sesosok perempuan cantik yang memiliki rambut terurai dan bersinar karena diterangi lampu jalanan yang menyala.Tanpa basa-basi aku mendatanginya dikarenakan rintikan hujan silih berganti turun dan semakin deras.

"Hai sendirian? "

"Iya, nunggu ojek tapi enggak dateng-dateng", saut wanita tersebut dengan senyum tipisnya.

"Maaf kalau kurang sopan, tapi ini aja udah jam 9 malam, ujan lagi, kalau enggak keberatan boleh kok mbaknya bonceng saya, He..He..", dengan wajah polosku aku menawarinya tumpangan.

"Hmmmm.... enggak macam-macam kan?". "Enggak kok".

Malam itu aku dipenuhi oleh pikiran-pikiran yang membuatku sangat bahagia, bagaimana tidak, maam,hujan,cewek, semuah itu seperti hanya terjadi di komik dan cerita - cerita saja. Dan saat perjalanan pulang kami ditemani rembulan bulan yang bersinar terang dan rintikan hujan yang lirih seperti mengantarkan kita ke suasana romantis.

Sesampainya ditempat yang dituju diapun turun. Dengan wajah yang sedikit basah dan tubuh yang seperti kedinginan dia berterima kasih ,"Makasih ya "."Iya, gapaa satu jalan juga kok ternyata hehehe". Akupun seperti mendengar suara-suara aneh yang menyuruhku ("Sepertinya tak apa-apa jika aku berpacaran dengan dia"). " Oh ya kalau boleh tau nama mbaknya siapa ya?, Saya Richard.". dengan tangan yang mungil dan sedikit basah dia menjulurkan tangannya, "Iya salam kenal aku Ilia". Dengan cepat aku juga menerima tangannya. Disitulah awal dari kebahagiaan dan berakhirnya kehidupan normalku.

Tidak seperti umumnya, aku mendekati dia seperti orang-orang PDKT seperti umumnya, makan, nonton, dan kegiatan lainnya yang membuat kedekatanku dengan dia semakin dalam. Tidak sesampainya 2 minggu aku dan dia resmi jadian. "Ah Bahagia sekali diriku ini kuliah di univ ternama dan mempunyai pacar yang sempurna , haaah". Beberapa waktu berlalu dengan cepat tidak terasa sudah mencapai 1 bulan, akan tetapi aku merasakan sesuatu yang janggal terhadap Ilia.

Ilia yang biasanya pendiam menjadi sedikit cerewet dan bawel.Ya mungkin saat itu aku berfikir tidak akan terjadi apa-apa antara hubungan kami, sampai saat dimana aku merasakan sesuatu yang biasa disebut -KEBOSANAN DALAM HUBUNGAN- memang benar aku sudah sedikit mulai bosan dengan sifatnya yang tiba-tiba berubah dengan drastis.

Di dalam fikiranku pun aku berencana putus dengan dia, saat aku sudah menunjukan sifat untuk mengakiri hubunganku dengan dia, diapun berubah total. "Hai kamu sudah tidur?"."Hai dimana kamu?"."Kamu kok enggak jawab?"."Apa yang sedang kamu lakukan"."Apa kamu bosan denganku?". Itu adalah pesan suara dan chat yang kudapatkan dari Ilia setiap hari, sampai membuat handphoneku bergetar-getar dengan sangat lama.

Tidak cuma itu Iliapun sering datang ketempatku, akan tetapi saat itu aku juga mencoba kerja paruh waktu, aku diberitahu keluargu bahwa pacarku tadi datang dengan menyerahkan sebuah surat. - KAMU PERNAH LIAT DARAH? - cuma itu tulisan didalam kertas yang berwarna merah pekat seperti darah.

Saat itupun aku mulai berfikir untuk mengakhiri hubunganku dengan dia. Sesampainya aku ditempatnya " Ilia aku mau ngomong sesuatu denganmu",dengan wajah sedikit lesu Ilia berkata, " Ada apa sayang? kamu mau makan? mandi? atau mau sesuatu dari aku?". Akudengan nada lirih dan sedikit berkedip sambil menatap wajahnya, "Aku mau kita putus, maaf untuk segalanya". Cuma air mata yang mengalir di pipi Ilia.

Sesampainya dirumah aku menghapus semua history dan kenanganku dengan Ilia, memang benar hubungan itu cuma 1,5 bulan, akan tetapi hubungan itu dipenuhi dengan kenangan-kenangan yang tidak terlupakan.

Pagipun menampilkan matahari yang seolah tersenyum kepadaku, aku melakukan kegiatanku seperti biasanya, Kuliah dan kerja, akan tetapi dalam fikiranku dan hatiku seperti ada yang mengganjal, "Ada apa ya?", aku bertanya pada diriku. Saat sampai di depan rumah aku bertanya-tanya mengapa lampu dan gerbang tidak dimatikan dan tutup karena jam tanganku sudah menunjukan angka 21.10. "Ibuukk??? Bapaakk???", aku mencoba memanggil keluargaku dikarenakan aku memang tidak dibekali dengan kunci rumah.

Tapi seperti rumah yang dirtingalkan penghuninya, cuma kesunyian yang kulihat didalam rumahku. Aku mencoba membuka pintu dan ternyata tidak dikunci, berjalan pelan dan suara liri aku bersuara "Ibu?? Bapak??". Hanya lampu dapur yang menyala redup. dan aku disan terpaku melihat Ilia dan kedua keluargaku sedang bersama. Tetapi t=yang membedakan adalah tangan Ilia dipenuhi dengan Darah yang bercucur dan sebilah pisau dapur.

"Ilia !! ,Kenapa kau disini", aku berteriak sambil sedikit marah kepadanya karena, disamping Ilia terdapat keluargaku yang bersimpah darah dan penuh dengan luka tusuk.

" Hmmm??? Kenapa?? , aku kan pacarmu.", saut Ilia dengan nada bertanya dan senyum tipis.

"Kamu apakan keluargaku Ilia??!! Heiii  Ilia!! Jawab!!", disaat itulah aku menyadari sesuatu dengan Ilia, bahwa Ilia mempunyai kejiwaan yang sedikit tidak normal, atau mungkin jauh dari kata normal.

"Hihihi Kamu becanda?", dengan mata dan wajah yang serius Iliamenunjukku sambil menggenggam pisau yang penuh dengan darah itu, "Kalau aku enggak bisa miliki kamu, lebih baik tidak seorangpun miliki kamu juga, kamu itu untukku, buatku dan penyelamatku".

Aku saat itu dengan pikiran yang tidak tenang dan sangat frustasi langsung saja ke arah Ilia tanpa berfikir panjang, "Arrrrggggghhhh!!!", dengan sigal Ilia menghindariku dan menancapkan pisaunya ke perutku, dengan pisau tertancap di perutku akupun tumbang.

"Sayang, kamu tau kah saat pertama kali kamu menghampiriku waktu pertamakali kita bertemu. Itu adalah waktu dimana aku kehilangan segalanya, karena aku anak yatim piatu dan pendiam aku sering jadi bahan olo-olok dan bully di tempat kuliah dan kosanku. dan sebelum sesaat dimana kamu mendatangiku, aku telah diperkosa, dihajar dipermalukan  dan bahkan di fitnah, tapi saat kamu mendatangiku akupun berfikir sama, mungkin kamu juga, tapi saat kedekatan kita kamu itu berbeda!!, baik, pengertian, dan tulus, walau kamu sudah mendengar gossip tentangku kamu masih menerimaku, jadi kuputuskan jika aku hidup dan mati aku harus bersamamu ", dengan senyum dan tangisan Ilia berbica, tangannya mengambil sesuatu dari kantongnya yang ternyata adalah HP, "Halo , disini di . . . telah terjadi pembunuhan tolong segera kesini.". 

Setelah mendengar kata- kata tersebut Ilia mengambil Pisau dapur yang lain dan menancapkannya di lehernya sendiri dengan senyuman manis yang pernah dia perlihatkan padau dulu. Tidak lama kemudian akupun pingsan disamping Keluarga yang penuh dengan darah.

Saat aku terbangun akupun seperti Amnesia sementara, hanya Joseph yang menemaniku dikarenakan cuma dia sepupuku yang mengambil kuliah di kota yang sama denganku. "Joseph?? Ada apa kok aku bisa disini??". Joseph pun menceritakan kronologinya kenapa aku bisa ada di RS dari informasi yang didapatnya dari polisi.

Dengan sedikit Shock akupun mengingat semua kejadiannya.

"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrgggggggggggggggggggggggggggggghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!!!!", cuma itu yang keluar dari mulutku.

sampai dirumah hanya Joseph yang merawatku dan aku mulai meceritakan semuanya terhap Joseph dengan cara menulis surat terhadapnya, sampai dimana aku berjalan dan melihat sebuah cermin yang memantulkan wajah kesedihanku, dengan sesuatu yang telah tejadi akupun mencoba melepaskan semua kesedihanku dengan cara yang biasa dilakukan oleh orang-orang.

-BUNUH DIRI-