Kisah Dongeng Tiga Babi Kecil (Three Little Pigs)

November 22, 2017 1 Comment

http://ceritaotodidak.blogspot.co.id/
Dongeng Tiga Babi Kecil (Three Little Pigs)

Dongeng Tiga Babi Kecil (Three Little Pigs) adalahk kisah dari 3 ekor babi yang berjuang dari serigala jahat. Kalian mungkin ada yang sudah tahu tentang dongeng ini, dongeng ini sangat terkenal di dunia maupun di Indonesia.


Dongeng Tiga Babi Kecil (Three Little Pigs) adalah cerita fabel yang pertamakali di ceritakan pada abad ke-18 bahkan mungkin lebih tua daripada itu. Dongeng Tiga Babi Kecil pertama kali di publiskan pada tahun 1886 oleh James Orchard Halliwell-Phillipps. Saking bagusnya dongeng tersebut, dongeng  Tiga Babi Kecil (Three Little Pigs) pernah di film kan oleh Walt Disney dan Warner Bros yang menjadikanya terkenal sampai sekarang ini.

Untuk menikmati Dongeng Tiga Babi Kecil (Three Little Pigs) kalian bisa membacanya secara gratis di blog ini, silahkan membaca hehe.


Dongeng Tiga Babi Kecil


Suatu hari disebuah tempat terdapat pasangan babi, mereka hidup harmonis sampai dikaruniai 3 ekor anak babi, mereka tumbuh sangat subur sampai ketika mereka sudah sedikit dewasa sang Ibu menyuruh mereka untuk membuat rumahnya sendiri-sendiri agar bisa mandiri. "Hati-hati ya nak, karena ada srigala jahat di luar sana." Si Ibu babi menasehati mereka sebelum kepergian anak-anak babi. 

Sepanjang musim panas, mereka bertiga bermain, bersenang-senang, seperti tidak ada lagi hewan yang sebahagia mereka.Mereka sangat ramah sampai-sampai memiliki banyak teman. Kemanapun mereka pergi melangkah, mereka pasti disambut dengan hangat. Tetapi mereka sadar musim panas akan segera berakhir, merekapun bergegas membuat rumah untuk menghadapi musim salju dan musim semi. Mereka bertiga berdiskusi tentang apa yang akan mereka lakukan, akan tetapi ketiga babi tersebut memiliki pendapat yang berbeda.

Babi kecil yang pertama berpendapat bahwa dia akan membangun sebuah pondok dari jerami.

"Aku akan membuat pondokku dari jerami, dan mungkin ini cuma akan memakan waktu 1 hari" dia berkata. 

Akan tetapi kedua saudaranya memprotes bendapat si babi pertama, mereka bilang bahwa pondok yang terbuat dari jerami terlalu rapuh, tapi si babi pertama tidak mendengarkannya.

Berbeda dengan babi kecil pertama, babi kecil yang kedua ingin membuat rumahnya dengan menggunakan kayu. Memang membutuhkan waktu lebih lama dari babi pertama yaitu sekitar 2 hari, tapi rumah si babi kedua lebih kokoh dibandingkan babi kecil pertama yang hanya terbuat dari jerami. 

Pendapat si babi kedua ditampik oleh babi ketiga, karena babi ketiga berpendapat jika menginginkan rumah yang kokoh membutuhkan usaha dan waktu yang tidak sedikit, dan yang cukup kuat berdiri dari angin, hujan, dan salju, dan yang paling penting yaitu melindunginya dari serigala. Dan akhirnya babi kecil ketiga membuat rumahnya menggunakan batu bata.

Hari telah berganti, batu bata yang disusun babi kecil ketiga mulai tersusun, dan hari berganti saudaranya mengunjungi babi ketiga dan menertawainya.

"Mengapa kamu sangat bekerja keras? Mengapa tidak main saja ditempat kami?" Tetapi babi kecil ketiga masih teguh pendiriannya dan menjawab "tidak".

"Aku harus menyelesaikan pembangunan rumahku ini dulu, setelah selai aku kan berkunjung dan bermain!" babi kecil ketiga membalas.

Suatu hari, babi kecil yang pertama menemukan jejak kaki srigala di sekitar rumahnya. Seketika itu juga dia langsung masuk ke rumahnya yang terbuat dari jerami untuk berlindung. Dan memang benar ada seekor srigala yang datang, ingin memakan dan menyantapnya.

"Hei babi kecil keluarlah!" teriak srigala. "Saya hanya ingin bermain denganmu!"

"Tidak! Saya tidak mau!,saya akan tetap disini!" jawab babi kecil yang pertama dengan suara kecil dan bergetar.

"Saya akan membuatmu keluar dari rumahmu babi kecil!" Geram srigala dengan marah. Si Srigala kemudian menggembungkan dadanya dan mengambil napas sangat dalam. Kemudian dia meniupnya dengan segala kekuatannya, tepat ke arah rumah jerami tersebut. Dan rumah babi kecil pertama yang terbuat dari jerami terbang berserakan dan hancur. 

Terpana dengan kecerdikannya, serigala tidak menyadari bahwa si babi kecil tersebut sudah meninggalkan rumahnya dengan merayap di tumpukan jerami yang berserakan tersebut dan berlari ke rumah kayu milik sodaranya. Ketika si srigala menyadarinya, si srigala bertambah buas dan ganas, si srigala pun mengejarnya.

"Kembalilah babi kecilku!" dia mengaung, mencoba untuk menangkap babi tersebut saat dia lari ke dalam rumah kayu tersebut. Babi kecil kedua membukan pintu dan mempersilahkan babi kecil kedua dengan gemetar dan takut akan kedatangan si srigala

"Aku berfikir rumah ini tidak akan rusak! ayo kita menahan pintu tersebut saudaraku" Babi kecil ke dua mencoba untuk bertahan dengan rasa takut.
  
Memnag benar, bahwa si srigala gagal untuk menghancurkan rumah tersebut. Tapi si srigala tidak menyerah begitu saja. Dia kemudian berfikir sejenak dan mengambil nafas sangat dalam, sangat dalam sambai dadanya menggembung besar dan meniupnya.

"WHOOOOO...!!!!!!" Rumah kayu tersebut phancur dan beterbangan seperti tumpukan kartu.

Untungnya, si babi kecil ketiga melihat kejadian tersebut melalui jendela rumah batu-batanya. Dengan cepat si babi kecil ketiga membukan pintu agar saudaranya selamat dari kejaran serigala jahat. Melihat mangsanya yang kabur ke rumah lain, si srigala pun mengejarnya.


Kali ini, si srigala melihat rumah si babi kecil ketiga dan mulai ragu, karena rumah tersebut terlihat sangat kokoh dari rumah-rumah sebelumnya,si srigalapun meniupnya sekali, dua kali, tiga kali, dan seterusnya, tetapi semuanya sia-sia. Rumah tersebut tidak bergerak dan bergeser seinci pun. Melihat ketidak berdayaan si srigala tersebut, ketakutan mereka berlahan mulai memudar. 

Cukup menguras tenaga, si srigala pun mencoba dengan cara lain. Dia melihat tangga dan mencoba memanjat tangga tersebut. Akan tetapi si babi kecil ketiga sudah menyadarinya. Kemudian dia segera memberitahu kedua saudaranya tersebut untuk menyalakan api ditungku perapian untuk mencegah si srigala masuk.

Ketika si srigala mencoba masuk melalui cerobong asap rumah tersebut, dia perlahan merasakan sesuatu yang hangat di ekornya. Tapi karena sangat kelaparan, si srigala tetap menuruni cerobong asap tersebut. Semakin dalam dia menuruni cerbong asap tersebut, ekornya terasa sangat panas dan tercium bau daging gosong. Dan setelah menyadarinya ekor si srigala sudah terbakar oleh api. Dengan ekor terbakar, si srigala bergegas dengan cepat memanjat dan keluar dari cerebong asap tersebut dan kemudian lari ke hutan.

Ketiga bai tersebut pun bergembira, keluar dari halaman dan benyanyi. "Tra-la-la! Tra-la-la! Si Srigala yang jahat itu tidak akan pernah kembali lagi...!"

Dari kejadian di hari itu, mereka berdua bekerja keraas membangun rumah yang lebih kokoh dari sebelumnya. Mereka mendirikan dua rumah yang terbuat dari batu bata seperti sodaranya si babi ketiga. Serigala pun sesekali terlihat sedang mondar-mandir di pekarangan mereka, tetapi ketika dia melihat tiga cerobong asap, dia teringat kejadian saat ekornya terbakar. Dia pun trauma dan takut, akhirnya pergi. Dan ketiga babi tersebut pun hidup aman, dan bahagia untuk selama-lamanya.

Pengertian Mendalam Apa Itu Cerita

November 21, 2017 Add Comment
Pengertian Cerita

Apa Itu Cerita?

Bagi sebagian orang cerita merupakan sebuah karangan nyata ataupun fiksi yang dibuat oleh pendongen ataupun pencerita, dalam cerita pun memiliki berbagai unsur seperti : kesedihan, kesenangan, cinta, keputusasaan ,kegembiran , dan lain-lain.

Dengan rangkaian kata-kata di dalam sebuah cerita audiens atau pendengar merasa "hidup" dan "benar" daripada di dalam kehidupan nyata. "Hidup" dengan makna dan tujuan. Dimana orang mendapatkan apa yang mereka inginkan jika mereka benar-benar percaya. Dimana cinta sejati ada Dimana kejadian yang tak dapat dijelaskan dipecahkan. Dimana bahkan rasa sakit dan kekacauan bisa dianggap berasal dari makna.

Hal ini memberikan sebuah arti bahwa cerita tidak ada di dalam sebuah kisah nyata, di mana pengalaman terjadi, kejadian terbuat, waktu berlalu, tapi tidak dengan cara yang nyata. Setiap elemen dalam cerita membutuhkan sesuatu yang bisa membawa pembaca seperti didalam cerita tersebut, dan larut dalam keheningan cerita.

Dalam pembawaaan cerita penulis atau pendongen harus memenuhi dua faktor, faktor dalam dan faktor luar.Faktor luar adalah sesuatu yang dapat membawa si pembaca larut dalam cerita dan merasa bahwa si pembacalah yang berada di cerita.Faktor dalam adalah si penulis yang membawakan intonasi dan kosa kata si penulis dalam penceritaan.


Bagaimana Cerita itu Menarik?

Memang benar bahwa tidak semua cerita dapat membawa si pembaca larut dalam cerita, bahkan ada yang merasa bosan terhadap cerita tersebut,bahkan sampai hanya dengan mebaca judulpun si pembaca sudah merasakan sesuatu yang biasa disebut dengan membosankan.

Dan dengan cara inilah yang dapat membawa pembaca enak dalam membaca tulisan cerita yang disajikan si penulis.

1.Carilah tujuan siapa yang ingin di beri cerita tersebut
  • Tidak selamanya pembaca menerima semua kategori dalam sebuah cerita yang dibuat, ada yang suka kategori komedi tetapi tidak menyukai kategori pembunuhan, bahkan umur si pembaca mempengaruhi minat si pembaca, seperti anak-anak dengan remaja pun sudah membedakan kategori yang disukai dan harus dibaca.
2.Kejelasan sebuah karakter
  • Pembaca akan merasa tidak enak dalam membaca ataupun bosan jika tidak ada kejelasan karakter seperti "Si Baik" dan "Si Jahat", jika tidak terdapat kejelasan karakter maka cerita tersaebut akan mengalami plot atau alur yang tidak jelas dan seringkali tidak menarik.
3.Konflik yang berada pada saat yang tepat
  • Konflik tidak semestinya muncul secara terus menerus, lebih baik dan bagus jika konflik dimunculkan saat yang tepat, dan jikalau konflik terlalu sering dimunculkan maka pembaca akan kehilangan sensasi klimaks dalam membaca.
4.Plot ataupun Alur
  • Dalam penyusunan plot ataupun alur harus benar-benar dipikirkan matang-matang agar tidak terjadi masalah dalam cerita, seperti dalam cerita sudah akan mendekati END akan tetapi malah plot ataupun alurnya membawa si tokoh kembali sehat ataupun kembali seperti cerita awal.
Mungkin seperti itulah apa itu dan bagaimana cara membuiat cerita, maaf jikalau ada salah dalam penyampaian kata-kata, Terima Kasih.